“Jangan Biarkan Diri Berkarat: Pesan Bapak Muhamad Maghfur, S.Sn., M.Pd. dalam Upacara Bendera SMPN 1 Wonosalam”.

“Jangan Biarkan Diri Berkarat: Pesan Bapak Muhamad Maghfur, S.Sn., M.Pd. dalam Upacara Bendera SMPN 1 Wonosalam”.

Upacara Bendera Senin, 21 September 2026: Merawat Disiplin, Potensi, dan Karakter agar Tidak “Berkarat”

SMP Negeri 1 Wonosalam melaksanakan kegiatan rutin setiap hari Senin, yaitu upacara bendera pada Senin, 21 September 2026 di lapangan sekolah. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Muhamad Maghfur, S.Sn., M.Pd. bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi ekstrakurikuler Paskibra SMP Negeri 1 Wonosalam. Para petugas melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sehingga rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar.

Amanat Pembina Upacara: Jangan Biarkan Diri “Berkarat”

Dalam amanatnya, Bapak Magfur menyampaikan pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa melalui sebuah perumpamaan sederhana tentang besi yang berkarat.

Besi yang dibiarkan terkena hujan dan panas tanpa dirawat secara perlahan akan mengalami perubahan, menjadi rapuh, dan akhirnya kehilangan fungsinya. Menurut pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut, hal yang sama dapat terjadi pada diri seseorang apabila potensi, kedisiplinan, keterampilan, dan karakter tidak terus dirawat dan dikembangkan.

“Jangan biarkan potensi besar dalam diri kalian berkarat karena malas dan lalai. Rawatlah ilmu, disiplin, dan karakter setiap hari agar tetap berkilau dan bermanfaat bagi masa depan.”

Pembina upacara mengingatkan bahwa kedisiplinan harus dijaga melalui kebiasaan kecil, seperti datang tepat waktu, menaati tata tertib, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab. Kebiasaan menunda atau meremehkan aturan, meskipun terlihat sederhana, jika terus dilakukan dapat mengikis karakter disiplin.

Selain itu, kepintaran dan keterampilan juga perlu terus dias   ah. Bakat dan kemampuan yang tidak dilatih dapat menjadi tumpul. Karena itu, siswa diajak untuk membangun kebiasaan belajar dan berlatih secara konsisten.

Pesan lainnya berkaitan dengan sikap dan akhlak. Sopan santun, kejujuran, rasa hormat kepada guru, serta sikap saling menghargai kepada teman perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan dan pergaulan yang positif menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter siswa.

Melalui amanat tersebut, seluruh siswa diajak untuk melakukan refleksi sederhana: sudahkah kita merawat diri, kemampuan, dan karakter kita setiap hari? Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebiasaan baik, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter positif.

Upacara bendera pun menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk menumbuhkan rasa disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta kesiapan mengikuti kegiatan pembelajaran selama satu pekan.

Semoga pesan yang disampaikan dalam upacara kali ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh siswa SMP Negeri 1 Wonosalam untuk terus belajar, berlatih, menjaga pergaulan, menaati aturan, dan merawat karakter positif dalam diri.

Jangan biarkan diri kita berkarat. Terus rawat potensi, disiplin, dan karakter untuk menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan.

       

 

Berita Terkait

Agenda